Kamis, 21 November 2019

Presentasi PT INDOFOOD


NUR TAUFIQ ARDIANSYAH AHMAD
1C-D4 MANAJEMEN PEMASARAN
POLITEKNIK NEGERI MALANG

              –Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) didirikan tanggal 14 Agustus 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1990. Kantor pusat INDF berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 21, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76   
          – 78, Jakarta 12910 – Indonesia. Sedangkan pabrik dan perkebunan INDF dan anak usaha berlokasi di berbagai tempat di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia.
             –Induk usaha dari Indofood Sukses Makmur Tbk adalah CAB Holding Limited (miliki 50,07% saham INDF), Seychelles, sedangkan induk usaha terakhir dari Indofood Sukses Makmur Tbk adalah First Pacific Company Limited (FP), Hong Kong.
             –Saat ini, Perusahaan memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)
             –Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INDF antara lain terdiri dari mendirikan dan menjalankan industri makanan olahan, bumbu penyedap, minuman ringan, kemasan, minyak goreng, penggilingan biji gandum dan tekstil pembuatan karung terigu.
              –Indofood telah memiliki produk-produk dengan merek yang telah dikenal masyarakat, antara lain mi instan (Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Pop Bihun dan Mi Telur Cap 3 Ayam), dairy (Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Indomilk Champ, Calci Skim, Orchid Butter dan Indoeskrim), makan ringan (Chitato, Lays, Qtela, Cheetos dan JetZ), penyedap makan (Indofood, Piring Lombok, Indofood Racik dan Maggi), nutrisi & makanan khusus (Promina, SUN, Govit dan Provita), minuman (Ichi Ocha, Tekita, Caféla, Club, 7Up, Tropicana Twister, Fruitamin, dan Indofood Freiss), tepung terigu & Pasta (Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Lencana Merah, Chesa, La Fonte), minyak goreng dan mentega (Bimoli dan Palmia)

              –Pada tahun 1994, INDF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham INDF (IPO) kepada masyarakat sebanyak 21.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp6.200,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Juli 1994.
            Produk Indomie sendiri bisa dibilang cukup fenomenal sebab menurut beberapa survey yang dilakuikan seperti dari World-Grain.com yang menyebutkan jika perusahaan yang memproduksi Indomie, yakni Indofood merupakan produsen terbesar mie instan terbesar di dunia dengan banyak sekali kantor regional di berbagai negara, hingga pabrik-pabrik yang sengaja didirikan di beberapa negara seperti Sudan dan Arab Saudi. Survey lain yang dilakukan oleh The RamenRAter.com menyebutkan jika Indomie merupakan merk mie instan dengan cita rasa terbaik di dunia, dengan menempati posisi nomor dua satu dan dua, di susul oleh mie sedapp yang juga menempati posisi ke lima sebagai mie instans yang memiliki cita rasa lezat.

           Dari sekian banyak fakta menarik dari Indomie yang mendunia, beberapa negara di dunia bahkan sampai menganggap Indomie merupakan produk asli buatan negara mereka sendiri. Beberapa orang jepang menganggap Indomie merupakan produk ciptaan dari Mamofuku Ando dari Nissin grup, sebuah perusahaan produsen mie asal negeri sakura, sedangkan Nigeria menganggap jika Indomie tersebut merupakan makanan pokok bagi masyarakatnya saking terkenal dan populernya produk mie instan satu ini di sana. Mereka juga mengganggap bahwa produk Indomie merupakan buatan negara mereka. 

           Hal tersebut menunjukan jika memang produk Indonesia yang satu ini sudah mendapatkan posisi yang sangat spesial dihati warga dunia berkat cita rasa yang tetap dijaga hingga kini. Meskipun dengan banyaknya pabrik berdiri di berbagai negara di seluruh dunia, Indofood tetap memproduksi bumbu Indomie ini di Indonesia untuk menjaga cita rasa dari mie instans yang satu ini. Indomie memang bisa dibilang cukup fenomenal, bagaimana di Hongkong saja Indomie sudah sangat populer, bahkan minimarket sekelas 7eleven hingga kantin-kantin sekolah bisa menjualnya dalam kondisi sudah diseduh dan bisa dinikmati dalam kondisi take away.



Founded
Mie instan pertama kali diperkenalkan ke pasar Indonesia pada tahun 1969.  Indofood adalah salah satu perusahaan makanan pra-kemasan terbesar di Indonesia, dan didirikan pada tahun 1968 oleh Sudono Salim, seorang taipan Indonesia yang juga memiliki pabrik tepung Bogasari. Merek mie instan Indomie pertama kali diluncurkan pada tahun 1972 dengan rasa Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam, diikuti oleh rasa Indomie Kuah Rasa Kari Ayam pada tahun 1980. Pada tahun 1982 Indomie meluncurkan rasa kering pertama (disajikan tanpa sup) Indomie Mi Varian goreng, yang dengan cepat menjadi populer di pasar Indonesia.

Struggling
 Indomielovers, apa sih momen struggling kamu minggu ini yang paling pas buat direward pake Indomie Real Meat Telur Balado?

Rising
PT Indofood CBP Tbk (ICBP) sudah menaikkan harga jual produk mie instan miliknya hingga 10% tahun ini. Jika nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menguat maka akan ada penyesuaian harga lagi.

Top Player
Indomie menjadi merek FMCG yang paling dipilih oleh konsumen di Indonesia urban selama tujuh tahun berturut-turut. Hampir semua rumah tangga di perkotaan besar membeli merek ini sekitar 3-4 kali sebulan. Indomie juga memegang posisi kuat di tingkat global dengan posisi 10 di peringkat Global Brand Footprint 2019.


Menurut Presentase ada 4 negara besar yang mengonsumsi Indomie, yang pertama diduduki oleh China lalu yang kedua oleh Indonesia lalu yang ketiga oleh Jepang lalu yang keempat adalah India. Mereka merupakan negara negara besar yang sangat banyak mengkonsumen indomie


Strength ( Kekuatan )
1.    Keahlian dalam cita rasa Indonesia
2.     Produksi rendah biaya
3.    Jangkauan distribusi luas
4.    Kecepatan dalam menjangkau konsumen
5.    Brand yang sudah terkenal

Weakness (Kelemahan)
1. Terlalu banyak Brand yang dikeluarkan
2. Terlalu banyak inovasi rasa yang dibuat oleh Indofood
3. Permintaan pasar yang belum terpenuhi
4. Mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh seperti MSG

Opportunity (peluang)
1. Melakukan ekspansi ke luar negeri
2. Melakukan join dengan perusahaan yang memiliki produk yang sejenis
3. Melakukan diversifikasi terhadap produk lain

Threat (Ancaman)
1.Ketatnya persaingan yang dilakukan pesaing dalam hal iklan maupun inovasi
2.Tidak fokus terhadap satu jenis produk
3.Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli gizi mengeni kandungan
    zat yang ada di Indomieterhadap produk lain
4.  Menciptakan mie dengan bahan-bahan yang lebih sehat seperti bahan-bahan Organik
Struktur PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR 


TERIMA KASIH.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pt. Panarub Industry

Di 1968, ketika Pemerintah Indonesia mengumumkan insentif pajak baru untuk produsen lokal, Bapak Lucas Sasmito menyadari peluang yang ...