NUR TAUFIQ ARDIANSYAH AHMAD
1C-D4 MANAJEMEN PEMASARAN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
–Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
didirikan tanggal 14 Agustus 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma dan
memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1990. Kantor pusat INDF
berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 21, Jl. Jend. Sudirman Kav.
76
– 78, Jakarta 12910 – Indonesia. Sedangkan pabrik dan perkebunan INDF dan
anak usaha berlokasi di berbagai tempat di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi dan Malaysia.
–Induk usaha dari Indofood Sukses
Makmur Tbk adalah CAB Holding Limited (miliki 50,07% saham INDF), Seychelles,
sedangkan induk usaha terakhir dari Indofood Sukses Makmur Tbk adalah First
Pacific Company Limited (FP), Hong Kong.
–Saat ini, Perusahaan memiliki anak
usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Indofood
CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
dan Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)
–Berdasarkan Anggaran Dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INDF antara lain terdiri dari mendirikan dan
menjalankan industri makanan olahan, bumbu penyedap, minuman ringan, kemasan,
minyak goreng, penggilingan biji gandum dan tekstil pembuatan karung terigu.
–Indofood telah memiliki
produk-produk dengan merek yang telah dikenal masyarakat, antara lain mi instan
(Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Pop Bihun dan Mi Telur Cap 3 Ayam),
dairy (Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Indomilk Champ, Calci Skim, Orchid
Butter dan Indoeskrim), makan ringan (Chitato, Lays, Qtela, Cheetos dan JetZ),
penyedap makan (Indofood, Piring Lombok, Indofood Racik dan Maggi), nutrisi
& makanan khusus (Promina, SUN, Govit dan Provita), minuman (Ichi Ocha,
Tekita, Caféla, Club, 7Up, Tropicana Twister, Fruitamin, dan Indofood Freiss),
tepung terigu & Pasta (Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Lencana
Merah, Chesa, La Fonte), minyak goreng dan mentega (Bimoli dan Palmia)
–Pada tahun 1994, INDF memperoleh
pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham
INDF (IPO) kepada masyarakat sebanyak 21.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,-
per saham dengan harga penawaran Rp6.200,- per saham. Saham-saham tersebut
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Juli 1994.

Produk
Indomie sendiri bisa dibilang cukup fenomenal sebab menurut beberapa survey
yang dilakuikan seperti dari World-Grain.com yang menyebutkan jika perusahaan
yang memproduksi Indomie, yakni Indofood merupakan produsen terbesar mie instan
terbesar di dunia dengan banyak sekali kantor regional di berbagai negara,
hingga pabrik-pabrik yang sengaja didirikan di beberapa negara seperti Sudan
dan Arab Saudi. Survey lain yang dilakukan oleh The RamenRAter.com menyebutkan
jika Indomie merupakan merk mie instan dengan cita rasa terbaik di dunia,
dengan menempati posisi nomor dua satu dan dua, di susul oleh mie sedapp yang
juga menempati posisi ke lima sebagai mie instans yang memiliki cita rasa
lezat.
Dari
sekian banyak fakta menarik dari Indomie yang mendunia, beberapa negara di
dunia bahkan sampai menganggap Indomie merupakan produk asli buatan negara
mereka sendiri. Beberapa orang jepang menganggap Indomie merupakan produk
ciptaan dari Mamofuku Ando dari Nissin grup, sebuah perusahaan produsen mie
asal negeri sakura, sedangkan Nigeria menganggap jika Indomie tersebut
merupakan makanan pokok bagi masyarakatnya saking terkenal dan populernya
produk mie instan satu ini di sana. Mereka juga mengganggap bahwa produk
Indomie merupakan buatan negara mereka.
Hal
tersebut menunjukan jika memang produk Indonesia yang satu ini sudah
mendapatkan posisi yang sangat spesial dihati warga dunia berkat cita rasa yang
tetap dijaga hingga kini. Meskipun dengan banyaknya pabrik berdiri di berbagai
negara di seluruh dunia, Indofood tetap memproduksi bumbu Indomie ini di
Indonesia untuk menjaga cita rasa dari mie instans yang satu ini. Indomie
memang bisa dibilang cukup fenomenal, bagaimana di Hongkong saja Indomie sudah
sangat populer, bahkan minimarket sekelas 7eleven hingga kantin-kantin sekolah
bisa menjualnya dalam kondisi sudah diseduh dan bisa dinikmati dalam kondisi
take away.

Founded
Mie instan pertama kali diperkenalkan ke pasar
Indonesia pada tahun 1969. Indofood adalah salah satu perusahaan
makanan pra-kemasan terbesar di Indonesia, dan didirikan pada tahun 1968 oleh
Sudono Salim, seorang taipan Indonesia yang juga memiliki pabrik tepung
Bogasari. Merek mie instan Indomie pertama kali diluncurkan pada tahun 1972
dengan rasa Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam, diikuti oleh rasa Indomie Kuah Rasa
Kari Ayam pada tahun 1980. Pada tahun 1982 Indomie meluncurkan rasa kering
pertama (disajikan tanpa sup) Indomie Mi Varian goreng, yang dengan cepat
menjadi populer di pasar Indonesia.
Struggling
Indomielovers, apa sih momen struggling kamu minggu ini
yang paling pas buat direward pake Indomie Real Meat Telur Balado?
Rising
PT Indofood CBP Tbk (ICBP) sudah menaikkan harga
jual produk mie instan miliknya hingga 10% tahun ini. Jika nilai tukar dolar
Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menguat maka akan ada penyesuaian
harga lagi.
Top Player
Indomie menjadi merek FMCG yang paling dipilih oleh
konsumen di Indonesia urban selama tujuh tahun berturut-turut. Hampir semua
rumah tangga di perkotaan besar membeli merek ini sekitar 3-4 kali sebulan.
Indomie juga memegang posisi kuat di tingkat global dengan posisi 10 di
peringkat Global Brand Footprint 2019.
Menurut Presentase ada 4 negara besar yang mengonsumsi
Indomie, yang pertama diduduki oleh China lalu yang kedua oleh Indonesia lalu
yang ketiga oleh Jepang lalu yang keempat adalah India. Mereka merupakan negara
negara besar yang sangat banyak mengkonsumen indomie
Strength ( Kekuatan )
1. Keahlian dalam cita rasa
Indonesia
2. Produksi rendah biaya
3. Jangkauan distribusi luas
4. Kecepatan dalam menjangkau
konsumen
5. Brand yang sudah terkenal
Weakness (Kelemahan)
1. Terlalu banyak Brand yang dikeluarkan
2. Terlalu banyak inovasi rasa yang dibuat oleh
Indofood
3. Permintaan pasar yang belum terpenuhi
4. Mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh seperti
MSG
Opportunity (peluang)
1. Melakukan ekspansi ke luar negeri
2. Melakukan join dengan perusahaan yang memiliki produk
yang sejenis
3. Melakukan diversifikasi terhadap produk lain
Threat (Ancaman)
1.Ketatnya persaingan yang dilakukan pesaing dalam hal
iklan maupun inovasi
2.Tidak fokus terhadap satu jenis produk
3.Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli
gizi mengeni kandungan
zat yang ada di Indomieterhadap produk
lain
4. Menciptakan mie dengan bahan-bahan yang
lebih sehat seperti bahan-bahan Organik
Struktur PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR
TERIMA KASIH.